detikjamgadang,com---SMP Negeri 2 Bukittinggi berhasil meraih juara pertama, dalam Final Lomba Cerdas Cermat Museum tingkat SMP Kota Bukititnggi, di Istana Bung Hatta, Kamis (17/10). Kegiatan LCCM tersebut digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi melalui Bidang Kebudayaan.
Dalam Final LCCM yang berlangsung seru tersebut, posisi kedua ditempati SMP Negeri 6 Bukittinggi, dan posisi ketiga diraih SMP IT AL Kautsar Bukittinggi. Atas keberhasilan tersebut, SMPN 2 Bukittinggi berhak mewakili Bukittinggi maju ke LCCM Tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi Jeki ,S.Kom, kegiatan LCCM ini untuk mewariskan kepada siswa tentang nilai sejarah dan budaya.
“Mereka juga bisa mempelajari sejarah atau benda-benda peninggalan budaya. Bagaimana mereka dapat mencintai sejarah dan budaya. Mereka juga bisa mengerti tentang asal usul daerah budaya dan negaranya. Terutama dari benda-benda peninggalan sejarah dan budaya serta nilai-nilai yang ada,”ujar Jeki kepada detikjamgadang.com.
Jeki menambahkan selain nilai pembelajaran, lomba ini juga melatih mental siswa berkompetisi dengan peserta yang lain. Kedepan, mereka nanti akan tampil di tingkat provinsi bahkan Nasional. Apalagi, Bukittinggi adalah kota sejarah dan pernah menjadi ibukota PDRI. Tentunya akan muncul generasi yang cinta sejarah dan budaya khususnya museum.
“Untuk menjadikan siswa cinta sejarah dan cinta museum, kita dari Disdikbud banyak melakukan kegiatan seperti pembelajaran di museum untuk siswa SD dan SMP. Kita juga melakukan kunjungan ke museum di Bukittinggi dan daerah lainnya. Kita juga menanamkan bagaimana mereka bisa mencintai museum. Selain itu, ada dukungan dana DAK pusat untuk kegiatan museum di Bukittinggi,”ungkap Jeki.
Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Dr.Zulqayyim, M.Hum berharap siswa-siswi SMP di Bukittinggi bergairah datang ke museum serta mempelajari sejarah, melalui LCCM ini.
“Mereka dapat mengenal jejak perjalanan sejarah bangsa termasuk warisan budaya,”kata Zulqayyim.
Sebagai Akademisi, Zulqayyim agak prihatin karena tidak banyak yang berminat dengan sejarah. Selain itu, kondisi itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah, terkait jam pelajaran sejarah yang diberikan di SMP dan SMA.
“Tantangannya adalah kemampuan literasi anak-anak relatif rendah. Mereka cenderung untuk menonton gadget dan sebagainya. Harapan kita sebagai dosen sejarah adalah mengupdate pengetahuan sejarah serta memodifikasi pengajaran sejarah supaya menarik bagi anak didik. Semoga, anak didik memiliki kemampuan literasi tinggi tentang sejarah dan disiplin ilmu lainnnya,”pungkas Zulqayyim sekaligus merangkap dewan juri.
Final LCCM tingkat SMP Kota Bukittinggi juga dihadiri dewan juri lainnya Noviyanti Awaludin, Ketua AMIDA Sumbar dan Budayawan sekaligus Ketua PWK Zulzetri, serta jajaran Bidang Kebudayaan Disdikbud Bukittinggi. (EDW)
Via
budaya
Mantap ..semoga warisan sejarah Bukittinggi selalu dijaga oleh generasi mudanya ..
BalasHapus