budaya
hotnews
pendidikan
Jadikan Kemiskinan Sebagai Potensi Untuk Bangkit
TIDAK Ada orang yang ingin susah dan menderita dalam kehidupan yang mereka lalui, ada prinsip hidup manusia semasa muda ingin punya penghasilan sebelum berumah tangga dan begitu juga para orang tua menginginkan menantu yang punya kedudukan dan penghasilan, namun rezeki memang ditangan Allah, banyak penyebab kemiskinan diantara lain rendahnya mutu pendidikan, kesehatan, kurangnya lapangan kerja sehingga meningkatnya pengannguran.
Setiap orang selalu menginginkan anaknya berhasil, tapi kadangkala keberhasilan itu diukur dengan tingginya tingkat pendidikan dan kedudukan dengan disertai penghasilan yang bagus. Padahal keberhasilan seseorang juga bisa diukur bagaimana dia bisa hidup mandiri, selangkah demi selangkah dia bisa menaiki tangga kesuksesan tidak saja dibidang ekonomi dan pendidikan, tapi juga bagaimana dia bisa berguna ditangah-tengah masyarakat, bangsa dan negara dalam keikutsertaannya sebagai komponen bangsa.
Kemiskinan merupakan bukti bahwa kehidupan ini dimulai dari nol atau dari tidak punya apa-apa, sehingga menjadi motivasi dalam mencapai cita-cita Namun ini adalah merupakan rahasia Allah pada seseorang bahwa setiap kemiskinan belum tentu membawa mala petaka, karena kehidupan ini ibarat seperti roda pedati berputar naik turun.
Sebenarnya kemiskinan bisa melatih berpikir bagaimana dari, yang tidak ada menjadi ada sehingga pengetahuan itu datang sendiri. Disinilah intellectual mulai bergerak, seorang petani memikirkan bagaimana tanamannya menjadi subur, seorang pedagang ingin jadi pengusaha, seseorang yang memiliki bengkel ingin memiliki peralatan yang lebih modereri dan canggih.
Banyak orang yang terhormat dan kaya dilahirkan dari rumah biasa dan bukan di gedung mewah. Nabi Muhammad SAW juga selagi masih kecil sudah hidup mandiri sebagai seorang pengembala, Berasal dari gurun pasir dengan tariknya matahari sambil mengontrol ternak yang sedang berkeliaran. Tantangan hidup dimasa kecil, membuat beliau siap untuk menghadapi segala tantangan.
Kemiskinan memaksa seseorang untuk berusaha dalam memenühi tuntutan
hidup dan berfikir bagaimana memanfaatkan sesuatu sebagai biaya hidup. Memang hidup miskin tidak ada sekolahnya, hanya kemiskinanlah membuat kita banyak belajar bagaimana cara menjalani hidup untuk dapat menaiki tangga keberhasilan.
Kemiskinan mengajarkan kita untuk hidup susah, namun kita bisa mengubah kebiasaan sulit tersebut menjadi potensi dalam menghadapi segala rintangan. Sampai pada kemiskinan itulah kita bisa mensyukuri sesuatu yang diperoleh hari ini untuk dijadikan jaminan hari esok dan hari-hari yang akan datang.
Kebiasaan hidup tidak mau bermalas diri mengajak seseorang selalu berpikir kreatif. Tidak ada waktu yang tersisa terbuang percuma. Disamping melakukan pekerjaan rutin juga dapat memanfaatkan potensial lingkungannya. Banyak anak- anak belajar sambil membantu orang tua bekerja untuk mendapatkan uang untuk biaya sekolah.
Kreatifitas berpikir perlu dilatih karena nantinya bisa menjadi kebiasaan. Menanam sebatang pohon lada dalam pot lebih besar, artinya daripada membiarkan waktu hilang begitu saja. Satu batang pohon lada dalam pot tidak seberapa penghasilannya. Akan tetapi telah menambah pengetahuan tentang cara menanam lada seperti bagaimana pemupukan dan pemeliharaannya. Begitu juga menanam serumpun bawang dalam pot, kita juga bisa mengamati tanaman bawang itu
Begitu pula cara mengolah sampah rumah tangga hingga menjadi kompos, melatih kita untuk berpikir matang agar banyak orang
yang sukses karena dimulai dari hobby.
Imajinasi itu memang memerlukan latihan dalam merealisasikannya, karena apa yang kita lihat tidak cukup begitu saja kalau kita tidak mencoba melakukannya. Kemiskinan itu bisa lenyap bila seseorang telah kaya dalam berimajasi yang diikuti dengan usaha sehingga dia tidak punya waktu lagi untuk bersantal-santai dan bermalas-malas.
Memang, kemalasan sering membawa kesengsaraan. Malas berusaha. malas belejar, seolah-olah kehidupan ini tidak punya tujuan. Padahal pengalaman perjalanan hidup merupakan sesuatu yang paling berharga dan paling indah* (tulisan ini pernah di muat di Harian Umum Singgalang 21 November 2008
Via
budaya
Posting Komentar